Kumpulan Artikel Motivasi dan Inspirasi, Cerita Bijak, Cerita Unik, Renungan, Kisah Teladan, Kisah Sukses yang memberi manfaat

  • Sekilas Kata Bijak Cinta

    "HAL YANG MENYEDIHKAN HIDUP ADALAH KETIKA KAMU BERTEMU SESEORANG YANG SANGAT BERARTI BAGIMU. HANYA UNTUK MENEMUKAN BAHWA PADA AKHIRNYA MENJADI TIDAK BERARTI DAN KAMU HARUS MEMBIARKANNYA PERGI" ...

    read-more
  • Sekilas Kata Bijak Cinta

    "JANGAN SIMPAN KATA-KATA CINTA PADA ORANG YANG TERSAYANG SEHINGGA DIA MENINGGAL DUNIA, LANTARAN AKHIRNYA KAMU TERPAKSA CATATKAN KATA-KATA CINTA ITU PADA BATU NISANNYA. SEBALIKNYA UCAPKANLAH KATA-KATA CINTA ITU YANG TERSIMPAN DIBENAKMU ITU SEKARANG, SELAGI ADA HAYATNYA" ...

    read-more
  • Sekilas Kata Bijak Cinta

    "KADANGKALA KAMU TIDAK MENGHARGAI ORANG YANG MENCINTAI KAMU SEPENUH HATI, SEHINGGALAH KAMU KEHILANGAN. PADA SAAT ITU, TIADA GUNA SESALAN KARENA PERGINYA TANPA BERPATAH LAGI" ...

    read-more
  • Sekilas Kata Bijak Cinta

    "CINTA DATANG KEPADA ORANG YANG MASIH MEMPUNYAI HARAPAN, WALAUPUN MEREKA TELAH DIKECEWAKAN. KEPADA MEREKA YANG MASIH PERCAYA, WALAUPUN MEREKA TELAH DIKHIANATI. KEPADA MEREKA YANG MASIH INGIN MENCINTAI, WALAUPUN MEREKA TELAH DISAKITI SEBELUMNYA DAN KEPADA MEREKA YANG MEMPUNYAI KEBERANIAN DAN KEYAKINAN UNTUK MEMBANGUNKAN KEMBALI KEPERCYAAN" ...

    read-more
Previous Next

Showing posts with label Kisah Teladan dan Kisah Sukses. Show all posts

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda tadi hendak sekuat tenaga memberika pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda itu memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.

Ternyata rumah si pemuda yang terperosok itu sangat bagus, besar, megah, dan mewah. Ayah pemuda ini sangat berterimakasih atas pertolongan yang di berikan pada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang menolong ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.

Si pemuda pertama yang menolong adalah orang yang miskin, sedangkan pemuda yang kedua yang terperosok adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter itu? Namanya ALEXANDER FLEMING, yang kemudian menemukan obat penisilin.

Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar penisilin penemuan Dr. Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupkan obat penemuan baru. Apa yang terjadi? berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh!.

Tahukah saudara siapa nama pemuda itu? Namanya adalah WINSTON CHURCHIL, perdana menteri inggris yang termasyur itu.

Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabuh dan menuai. Fleming menabur kebaikan, ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidak sia-sia buka beasiswa yang di berikan ayah Churchil?

                                                          Kata Bijak Dari (Mohandas Gandhi)

Kebaikan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang dapat anda peroleh

Read More

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang mereka miliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menayngsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedi diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setap anak mulai bersiap digaris start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

 Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata "Ya, aku siap".

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo...ayo...cepat..cepat, maju...maju", begitu teriak mereka. Ahha sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finis pun telah terlambai. Dan. Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih".

Saatnya pembagian piala tiba. Mark maju kedepan dengan bagga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai, jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

                                                              Kita Renungkan Yukk:

Anak-anak tampak lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan  untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon tuhan meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan degan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulakan setipa permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa kepada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan kita. Padahal bukankah yang kita butuh bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?.

Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. (adapted from irfan-seeds)

Read More

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu.

Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga bunga mawar itu seribu,"

Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu stangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?".

Kemudia mereka berdua menuju ketempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunga pada sebuah kuburan yang masih bawah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250km menuju rumah ibunya.

Read More

Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka, di sela-sela pipinya yang bulat, duduk mengelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja banguna dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibu meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah.

Hampir-hampir mustahil ada yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya?. Wanita itu terkekeh menjawab. "Bisa numpang makan dan beli sabun." Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit?. Sekali lagi ia terkekeh. "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli?" Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?" katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ketempat kerja.

Ah! betapa cantiknya bila, sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja menghadirkan secercah kesejahteraan bagi semua.

Read More